Saturday, October 20, 2012

Pendidikan Akhlak Dan penghayatannya Dalam Keluarga Part 2

Alhamdulillah hari ini saya berkesempatan untuk menyambung perkongsian saya tentang tajuk di atas berdasarkan apa yang disyarahkan oleh Ustazah Norhafizah dalam slot Usrati ..

Anak adalah cerminan AKHLAK IBU-BAPA... Bilamana ada sifat-sifat tak baik dalam diri anak-anak, sebelum kita marah dan tegur mereka, lihat apa yang kita telah tonjolkan ..

Orang-orang soleh dahulu sentiasa berpesan jika ingin mencari fukaha'/ulama' untuk dijadikan guru kepada anak-anak carilah yang tinggi nilai  akhlaknya bukan hanya sekadar tinggi dari sudut ilmunya.. Inilah yang kita harus praktikkan di abad ini..

Pesan Ustazah.. Wahai ibu/ayah ataupun pendidik , disamping mengejar silibus sukatan matapelajaran yang nak dihabiskan secepat mungkin, perhatikan juga dari sudut akhlak anak-anak itu sendiri...

Ustazah menyenaraikan apa yang dikatakan sebagai Ciri -Ciri Akhlak Islamiyah:-

1- Sifat yang lahir daripada keimanan yang tinggi kepada  ALLAH = Akhlak Islamiyah/ Akhlak Mahmudah (Sifat pemaaf, pemurah, adil, dan lain-lain akhlak mulia yang membawa kepada hati yang bersih, tenang dan sifat sopan-santun)

2 - Keindahan budi pekerti semata-mata kerana ALLAH S.W.T. untuk meraih perhatian ALLAH, bukan mengharapkan  pujian atau matlamat duniawi.

3 -Kita tidak punya kekuatan untuk berakhlak mulia melainkan dengan izin ALLAH.. Antara maksud dalam surah Ali-Imran:
"Maka dengan rahmat ALLAH padamulah kamu berlaku lemah-lembut pada mereka"

Kelembutan itu sendiri adalah tanda rahmat dari ALLAH SWT. Akhlak itu lahir daripada dalam.. keadaan hati yang tetap dengan kesucian jiwa lalu lahirlah yang indah-indah...

Pesan ustazah lagi antara akhlak dan akademik... akademik jatuh no. 2 dan akhlak jatuh no. 1. Berapa lama kita sebagai ibu-bapa nak didik akhlak anak ??? Jawapannya.. SEPANJANG HAYAT...kita perlu didik akhlak anak-anak kita demi mencari keredhaan ALLAH SWT... Cantiknya pesanan ustazah Masha-ALLAH, saya sendiri tak pernah terfikir akan hal ini.. Sebelum ini saya sering mendengar kata-kata bahawa anak-anak perempuan selepas kahwin maka beralihlah tanggungjawab mendidik kepada sang suami rupa-rupanya indahnya Islam ini yang contoh dalam pendidikan akhlak terhadap anak-anak selepas berkahwin ini ditunjukkan sendiri oleh Rasulullah SAW serta  para sahabat Baginda dan kita sendiri terlupa untuk menghayatinya...

Insya-ALLAH saya akan sambung tentang apa yang diperlukan oleh ibu-bapa dalam mendidik akhlak anak-anak..



Thursday, October 18, 2012

10 things to hand down to your daughter

Saya bertemu satu catatan yang sangat menarik dalam FB Understanding Islam iaitu 10 perkara bijak yang boleh anda hadiahkan pada anak perempuan anda... Yang paling istimewa buat saya adalah pada no ke 2..kerana ia sungguh unik dan istimewa berbanding senarai-senarai lain yang boleh dilakukan oleh sesiapa sahaja.. Sepanjang perjalanan saya dalam berusaha dan istiqamah dalam menjadikan semua anak-anak baik perempuan mahupun lelaki sebagai penghafal Al-Quran inilah cabaran terbesar buat para ibu.. Tidak semua ibu yang rata-ratanya mempunyai niat yang sama mampu melakukan hal ini (mendengar hafalan anak selama 2-3 jam sehari atau membantunya dengan hafalan baru..) Kebanyakannya hanya melepaskan pada guru-guru dan tenaga pengajar sedangkan ia merupakan perkara yang boleh menjadi saham terbesar di alam barzakh nanti iaitu.. "ilmu yang bermanfaat yang kita laburkan masa kita walaupun sekejap tetapi selagi mana anak-anak itu membaca Al-Quran pahalanya akan terus mengalir kepada kita".. Saya sering teringat kata-kata Pn Lina dalam blognya bahawa berebut-rebutlah kita untuk mendapat pahala dengan istiqamah mengajar anak sendiri ketika mereka di rumah janganlah kita biarkan guru-guru mereka sahaja yg mendapat pahala itu...
Semoga arwah atuk saya yang mula-mula mengajar saya bacaan Bismillah dan Al-Fatihah ketika berusia 5 tahun begitu juga arwah nenek yang selalu menghantar saya ke rumah-rumah guru-guru mengaji saya ketika dikampung, abah yang mengajar bacaan dalam solat dan mummy yang menjadi guru mengaji saya suatu ketika dulu akan beroleh pahala yang mengalir itu selagi mana saya terus istiqamah mendidik anak dengan Al-Quran... Semoga Allah SWT memberikan kita  kesabaran dan istiqamah dalam mendidik anak dengan Al-Quran insya-ALLAH.. 

‎10 things to hand down to your daughter

Dear Members, As Salaamu Alaikum

Today will share with you 10 wise things which you can gift to your daughter.
...


(1) Knowledge of and love for Allah Subhanahu wa Ta'ala and His Deen (Islam):
This is one of the most precious and enduring gifts you can pass down to your daughter, one that will benefit her in this life and the next.

(2) Memorization of the Quran:
No matter how little you have memorized yourself, push your daughter to memorize as much as she can. Encourage her and help her to revise. It will stand her in good stead in her life and will be a source of reward for you after your death as well.


(3) A good example of Muslim womanhood:
Most girls look to their mothers for Guidance. Embody the characteristics of a strong, faithful Muslimah and she will be inspired to follow your example.


(4) A sense of self-worth and self-esteem:
Instill a sense of confidence in your child by encouraging her skills, talents and personality to develop. Make her feel secure in her identity and show her that she is loved and appreciated. This will have a positive impact on her future relationships and how she interacts with the world.


(5) A sense of modesty:
Instill a love for Hijab in your daughter and encourage her to be modest, never boastful or conceited, in all areas of her life.


(6) Your language:
If you speak Arabic be sure to teach it to her so that she has the key to the understanding of the Quran. Also, if you have a mother tongue or speak a second language yourself, pass it on: a second or third language is always an asset, whether in study, work or social environment.


(7) A skill that you have:
If you are an avid gardener, knitter or love painting, pass your skill onto your daughter. With so many traditional skills being lost in today’s fast-paced world, you owe it to her to share your knowledge and pass it on to the next generation.


(8) Your favorite recipes:
Yes, teach your daughter how to cook! Be it from a cookbook, an original recipe or passed down from your mother or even your grandmother, we all have our own trademark recipes: pass them on to your daughter and encourage her to develop some specialties of her own.


(9) Housekeeping skills:
Instill good housekeeping habits in all your children and encourage them to take pride in a neat and tidy home. Pass any tricks or shortcuts on so that your daughter is well-equipped when she has a home of her own.


(10) Your family history:
Give her a sense of her roots and heritage by sharing your family story with her. Acquaint her with her family tree and teach her the lessons learned by the different generations. Hopefully, she will do the same with her children, In sha Allah.

LABBAYK ALLAAHUMMA LABBAYK ~S~

L

Sunday, October 14, 2012

Why the Tawaf around the Ka’aba is “Anticlockwise”?

Sebelum saya menyambung tulisan yang lalu izinkan saya berkongsi satu fakta tentang  'Mengapa kita melakukan tawaf berlawan dengan arah jam' dari  sudut sains..yang saya copy dari 'Understanding Islam-FB'

Why the Tawaf around the Ka’aba is “Anticlockwise”?

Dear Members, As Salaamu Alaikum


...
We are seeing it on Television and reading about it in the papers or watching the recordings of people doing their Tawaaf in anticlockwise direction, but do you know why it is done Anti clockwise? Have you wondered why not clockwise? Suppose, a non muslim or your child suddenly asks you this question - do you know what answer to give? Hmm, we must be prepared ! Well, we will give you this answer today -

Modern Science has proved many things that confirms the importance of Tawaaf around the Ka’aba “Anticlockwise.”


1) The Blood inside the human body begins its circulation “Anticlockwise”

2) The electrons of an atom revolve around its nucleus in the same manner as making Tawaf, in an anti-clockwise direction. Considering the globe as a whole, you will notice that:

3) That the moon revolves around the earth anti- clockwise.

4) The earth rotates around its own axis in an anti- clockwise direction.

5) The earth revolves around the sun in an anti- clockwise direction.

6) The planets of the Solar system revolve around the sun in an anti-clockwise direction.

7) The Sun along with its whole Solar system orbit in the galaxy in an anti-clockwise direction.
8) All the galaxies orbit in the space in an anti-clockwise direction.


That is: When we revolve around the Ka’aba we are orbiting in the same direction as the whole universe.

Worshipping Allah in one direction.
Praising Allah in one direction.

And all the creations of Allah Subhanahu wa Ta’ala from the tiniest particles, to the largest galaxies, along with the human race unite in praise of Allah Subhanahu wa Ta’ala. When we tour around the Ka’aba, we are travelling in the land travelled by all the prophets of Allah from the prophet Adam (PBUH) to the prophet Mohamed (Sallallahu Alaihi Wassallam) The Ka’aba in Makkah is never free from circumbulators. Subhan Allah!!

LABBAYK ALLAAHUMMA LABBAYK

Tuesday, October 9, 2012

Pembinaan & Penghayatan Akhlak Dalam Keluarga

Assalammualaikum wbt..

Sudah  lama saya tidak  menulis... Along dan angah sedang menghadapi peperiksaan hafazan sehingga 12 Oktober ini .. Ia akan diikuti oleh peperiksaan akademik dan dinniah bagi Along, Angah dan Achik pada 30 Okt - 16 Nov... Kerana itu saya sangat sibuk membantu mereka mengulangkaji...

Tajuk di atas mula disyarahkan oleh Ustazah Norhafizah pada 14 Sept dan sebelum saya mula menulisnya... ingin sekali saya nyatakan bahawa ianya bukan mudah untuk saya memperpanjangkan kuliah Ustazah kali ini kerana bimbang saya sendiri masih gagal melakukannya di dalam keluarga saya...

Ustazah memulakan mukaddimahnya bersandarkan sebuah hadis yang bermaksud (secara ringkasnya) :

"Kita ini umpama tanah ..
Ada yang mampu menyerap air melalui hujan yang turun dan menjadi subur dan manusia boleh bercucuk tanam padanya serta mampu menakung air hingga ada manusia lain yang boleh mengambil minum darinya...

Ada yang hanya mampu menyerap air, subur dgn rumput-rumput yang tumbuh di atasnya tetapi tidak mampu memberikan apa-apa manfaat  buat manusia lain..

Ada yang langsung gersang, tidak mampu menyerap air juga tiada langsung dapat tumbuh rumput-rumput darinya..." .. Panjang lagi huraian hadis ini mungkin..

Begitulah perumpamaan kita...
Ada yang mencari ilmu dengan menghadiri majlis-majlis ilmu dan kemudiannya mampu berubah menjadi orang yang lebih baik dan memberikan manfaat dengan menyampaikan ilmu tersebut kepada orang lain hingga orang-orang yang menerima ilmu itu juga menjadi baik kerananya... (dalam keluarga sendiri atau manusia luar)

Ada pula yang mencari ilmu/ berilmu dan menjadi baik kerananya tetapi tidak langsung menyampaikan ilmu itu pada orang lain.. Cuma baik seorang diri sahaja..(hatta keluarga sendiri pun tidak beroleh faedah darinya)

Ada pula yang bila diajak ke majlis ilmu,  langsung tidak mendapat apa-apa faedah darinya, dan dia juga tidak berubah menjadi orang yang lebih baik kerananya..

Ustazah mengulas tentang Research yang disiarkan  oleh buku Reader's Digest bahawa kota metropolitan Kuala Lumpur menduduki tangga 34 dari 36 berbanding kota-kota metropolitan yang lain dari segi masyarakatnya yang kurang sopan/ tidak berakhlak...!!

Begitu rendah kedudukan kita dan kita menyangka kitalah antara yang terbaik...

Bekas rektor Universiti Al-Azhar pernah mengatakan bahawa anak-anak itu dilahirkan suci dan menerima palitan akhlak daripada orang yang mendidiknya.. Tentang lembut bicaranya, tindak-tanduknya, wajah yang tenang, minda yang tenang.. ianya akan terhasil berdasarkan pertumbuhan dalam keluarganya...

Tidak ada hadiah yang terbaik  yang diberikan oleh ibu dan ayah buat anak2 mereka melainkan AKHLAK...

Banyak yang ingin saya tulis tapi insya-ALLAH akan disambung lagi bila berkelapangan...