Wednesday, May 1, 2013

Rasul Allah (sal Allahu alaihi wa sallam) said: “He whose two days are equal, is a loser.” [Daiylami]

A Mumin is racing towards Jannah. He/she is always trying to have their ‘today’ better than their yesterday. They want to keep increasing in piety and good deeds. They try to devote more time, energy, and resources with each passing day to win Allah’s pleasure. They want their inner self to be better today than it was yesterday and their tomorrow to be better than today. They don’t want to repeat their mistakes, they learn from their experiences, and try to purify their hearts and their intentions to make them better all the time. Thus, a Mumin’s two days are not equal.

A Mumin’s competition is with himself/herself because they know that as they get better they win more of Allah’s pleasure and thus higher and better places in Jannah. It is immaterial how good one is compared to others. However, when a believer sees another trying harder than oneself for Allah’s pleasure, it motivates them too. The Sahabah competed with each other, but not for the things of this world.

In order to finance the expedition to Tabuk against the Romans, the Prophet (sal Allahu alaihi wa sallam) made a public request for charity. Umar thought that this was his chance to outdo Abu Bakr (radi Allahu anhuma). It was almost impossible to outdo Abu Bakr in any good deed, so Umar (radi Allahu anhuma) brought half of his belongings and placed them before the Prophet (sal Allahu alaihi wa sallam). It turned out that Abu Bakr had brought everything that was in his house as sadaqah for Ghazwa Tabuk. When he was asked by the Prophet (sal Allahu alaihi wa sallam) what he had left for his family, he replied, “Allah and His Messenger.”

We compete with each other so that we can have a nicer house than our friends and relatives, or a bigger car, or are more well-dressed, or are held in higher esteem due to our education or job titles. But the Sahabah competed for the Hereafter. They were always trying to outdo each other in good deeds and piety. Their motivation was not money or fame or social standing, but Allah’s Pleasure.

If each day you make only one tiny improvement; tell one less lie, do one additional act of sadaqah, learn one small hadith, think of how much you will improve over time. Are your two days equal in accomplishment?

Saturday, March 16, 2013

VITAMIN Kalbu... Part 1

Ini adalah tajuk kuliah dhuha yang disampaikan Ustazah Norhafizah Musa di Surau Mustaqim pada 12 Jan tahun ini... Baru sekarang berkesempatan untuk menulisnya... untuk peringatan kita bersama..

Ustazah memulakan mukaddimahnya ..

" Hati kita meronta-ronta atau memanggil-manggil untuk diberi kuliah ilmu agar dapat merawat hati-hati yang kecewa dan luka.."

"Vitamin kalbu kita adalah AL-QURAN...", Ustazah meneruskan bicaranya..

"Dalam rutin harian alim-ulama', Al-Quran berada pada no.1... Kalau kita nak tahu kedekatan kita dengan ALLAH dan bagaimana ALLAH menilai kita.. Lihat bagaimana kita dengan Al-Quran.. Apakah kita membacanya setiap hari..... atau setiap minggu... atau setiap bulan... atau setiap tahun???", begitulah juga jarak ALLAH dengan kita...

Penawar hati yang dibaca Ustazah adalah maksud daripada Surah Az-Zumar ayat 8 yang bermaksud (dalam warna merah):

"Manusia itu bila ALLAH timpakan kesusahan barulah dia pandai nak berdoa kepada ALLAH dengan kembali kepadaNya (Sebanyak mana ujian pada hati itulah sebaik-baik vitamin hati) tapi manusia itu kalau kami angkat kesusahannya.. dia lupa pada ALLAH...."

Ada manusia yang lupa satu hari dulu dia pernah bermunajat pada ALLAH.. kerana itu ada yang ALLAH tak angkat ujian padanya.. lepas satu demi satu sebab ALLAH tahu kalau Dia angkat ujian daripada orang tersebut orang ini akan lupa pada ALLAH...

"Mulalah orang (yang lupa itu) menjadikan hal yang lain (manusia, pangkat, harta) sebagai sesuatu yang lebih dicintainya lebih daripada ALLAH...Berseronok-seronoklah kamu dengan kekufuran yang sedikit jadilah kamu ahli neraka.."

Iaitu orang yang ingat ALLAH ketika susah dan lupa ALLAH ketika senang...

Ustazah sambung lagi dengan penjelasan maksud bagi ayat 9 dalam Surah yang sama ..

"Apakah sama orang-orang yang beribadah diwaktu malam.. Sekejap sujud, sekejap berdiri, sujud lagi sedangkan orang lain tidur?? Kenapa dia boleh bangun malam? Sebab dia berhati-hati dengan masa depannya di akhirat kerana mengharapkan rahmat daripada ALLAH.. Hati orang yang tidur lena sampai pagi tak sama dengan hati orang yang bangun malam.."

Kekuatan hati mereka tak sama
Kedekatan  hati mereka dengan ALLAH tak sama
masa depan hati mereka tak sama..

"Katakanlah wahai Muhammad, samakah orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu? Ini semua peringatan kepada ulul-albab (orang-orang yang mempunyai hati yang paling dalam)..."

Cuba kita gambarkan seseorang yang bangun pukul 4.30 pagi.. Malam pula sebelum tidur dia pastikan dirinya didoakan malaikat sepanjang tidur (malaikat akan duduk dekat rambut dan berdoa dengan doa "Ya ALLAH ampuni hambaMu ini") sampailah kita bangun...

"Bagaimana nak pastikan kita didoakan malaikat?", tanya ustazah..

"Dengan cara BERWUDUK sebelum  tidur.. Ini menurut hadis Rasulullah SAW.. Kalau kita didoakan malaikat mustajab tak??" Tanya ustazah lagi..

"Mustajab .. sebab malaikat tak buat maksiat kepada ALLAH.. Bukanlah persoalan batal yang ALLAH nak tengok tapi ALLAH  nak tengok usaha kita ke bilik air untuk berwuduk (buat untuk mengharapkan rahmat ALLAH).." Jawab ustazah..

"Tapi ada orang yang boleh basuh mekap, tampal losyen, minyak angin dan sebagainya sebelum tidur tapi nak ambil wuduk tak boleh...", sambung ustazah..

"Masa nak tidur niat dalam hati, 'Ya ALLAH jadikan aku antara golongan yang beribadah di waktu malam'...Pesan ustazah.

"Kita kata kita orang soleh, tapi sunnah orang-orang soleh kita tak buat.."

"Bila kita bangun saja dari tidur untuk bersolat di penghujung malam, malaikat yang berdoa tadi akan berhenti berdoa dan jadi saksi bahawa kita bangun untuk menunaikan ibadah di penghujung malam.."

"Ini semua dah jauh daripada pandangan manusia sebab bila kita punya kekuatan untuk bangun untuk bersolat pada penghujung malamia bukan lagi ibadah untuk menunjuk-nunjuk pada orang tapi sebagai tanda bahawa kita adalah orang yang berhati-hati dengan masa hadapan kita di akhirat.."

Wallahu'alam saya akan sambung lagi nanti di entry yang akan datang semoga sama-sama memberikan manfaat dalam kita berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik daripada semalam...


Tuesday, March 12, 2013

Jika ALLAH SWT Ingin Kita Mendapat Kebaikan...


Buat peringatan bersama.... Kiranya kita sentiasa diuji Allah SWT..



Friday, March 1, 2013

Quran Explorer

Masha-ALLAH.. Setelah sekian lama saya mencari Sis Juli Nadia yang telah memperkenalkan saya kepada Quran Explorer suatu masa dulu ... Hari ini saya berjumpa dengan apa yang saya cari-cari itu dalam blog K.Roza..

Selamat menggunakannya.. Amat berguna untuk melatih hafalan Al-Quran mengikut bacaan yang betul daripada Syeikh-syeikh atau imam-imam terpilih

quranexplorer

Thursday, February 28, 2013

Faktor-Faktor Luar Yang Mempengaruhi hafalan: Memilih Waktu Untuk Menghafal Al-Quran..

Saya sambung kembali faktor-faktor luar yang mempengaruhi hafalan anak-anak.. iaitu tentang pemilihan waktu untuk menghafal.. Masa yang paling baik adalah ketika waktu Subuh atau di pertengahan malam kerana pada waktu itu fikiran masih kosong, orang lain pula sedang tidur dan kita diselimuti ketenangan.. Allah Yang Maha Mulia dengan kebesaranNya serta keagunganNya turun ke langit dunia dan mengabulkan doa.. Sekelompok orang berkata, sebaik-baik waktu untuk menghafal adalah pada waktu sahur, untuk membahas pada waktu pagi, menulis di waktu pertengahan hari manakala mengulang hafalan dan membaca di malam hari.

Al-Hafiz Al-Khatib Al-Baghdadi juga berkata, "Sebagus-bagus waktu untuk menghafal adalah waktu ssebelum subuh, kemudian setelah pertengahan siang dan pada waktu seseorang merasa lapar adalah lebih baik dari ketika masih kenyang.Kerana itu kita akan dapati Madrasah yang benar-benar mantap hafalannya, anak-anak muridnya makan pada kadar yang sedikit dan sekadarnya sahaja .. Berbanding dengan tempat-tempat yang lebih mewah, hafalan mereka sukar untuk menjadi mantap..

Memilih waktu-waktu yang berkat:

Seperti pada bulan Ramadhan dan 10 hari yang terakhir. Nabi  SAW disetiap Ramadhan dapat mengkhatamkan Al-Quran dan pada Ramadhan di tahun beliau wafar, beliau mengkhatamkannya sebanyak 2 kali..

Tuesday, February 26, 2013

Perkongsian menarik daripada FB.... Fatih Al-Hafiz

Perkongsian kata-kata nasihat dari FB... Gunakan alam maya mengikut apa yang disukai ALLAH!!!

Sebelum mengharap Allah menilai kita dengan baik... didiklah diri menilai orang lain dengan baik terlebih dahulu. Yang penting bukan siapa yang kita lihat tetapi 'siapa kita' ketika melihatnya!

Orang yang baik akan sentiasa dapat melihat kebaikan.




Wise Words from Hazrat Luqmaan (The Wise)

1.Do not delay in Taubah(repentance) for death may take you unaware.
2.Test your friends in times of struggles.
3.Speak with affection.
4.Value your Youth.
5.Don't Scandalise about people.


♥ Life is like a novel.. Everyday when you wake up, you open a new page..
Respect , Trust and Obey ALLAH.
Allah is the only one who knows the next chapter!

Life is short live it!
Love is rare grab it!♥
Anger is bad dump it!
Fear is awful face it!
Memories are sweet cherish it!

Have a Beautiful Day in Allah's Way!♥
Dan yang paling menarik.... 

Kisah FATIH SEFERAGIC Al-Hafiz 


Seorang Al-Hafiz muda berbangsa Bosnia, dilahirkan di Jerman, dan menetap di Texas, USA. Fatih merupakan seorang guru Al-Quran di sana. Dan dia baru berumur 17 tahun!!!

Dialah pemuda itu. Hafiz Qur’an, bersuara indah..
Masyaallah..Tinggal dan menetap di Amerika Syarikat bukan menjadi alasan baginya untuk tidak menghafal Al-Quran.Pada usia 4 tahun,dia berpindah ke AS, tinggal di Arizona selama 3-4... tahun sebelum menetap di Baltimore, Maryland selama 7 tahun dimana dia mula menghafal Al-Quran.

Dia mula menghafal Al-Quran pada usia 9 tahun dan menghafal 30 juzuk Al-Quran dalam masa 3 tahun . Menjadi hafiz pada usia 12 tahun! Dia melatih hafalannya itu di bawah bimbingan Syekh Qari Zahid dan Qari Abid. Sekarang sambil bersekolah, dia juga mengajar Al Quran dan menjadi ketua remaja masjid Sheikh Yasir Birjas di Dallas, Texas.
 Cuba cari Fatih Seferagic di youtube dan facebook. Dengarkan bacaan beliau semasa menjadi imam solat Terawih dan dengarkan lagu nasyid Ghuraba yang dialunkan olehnya, sungguhhhh merdu!! SUBHANALLAH...


Nasyeed Ghuraba nyanyian adik Fatih Al-Hafiz


Maksud nyanyian Ghuraba - The Stranger/ Allah soldier (kalau tak silap saya sebab saya pun tak pandai Bahasa Arab )



Adik Al-Fatih meniru suara Imam Sudais.. Subhanallah



Bacaan Surah ketika menjadi imam